Sistem Pakar untuk Mendeteksi Penyakit THT Menggunakan Metode Certainty Factor

cover smai 2019

Roes Wibowo
Universitas Mercu Buana Yogyakarta

A. Sidiq Purnomo
Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Abstrak :

Penyakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) telah menjadi suatu penyakit yang cukup banyak diderita
oleh masyarakat dunia. Peningkatan penyakit THT yang semakin tinggi, tidak diiringi oleh jumlah tenaga ahli. Dalam hal ini perlu dilakukan sebuah analisa untuk mempercepat proses diagnosa. Oleh karena itu perlu menggunakan aplikasi sistem pakar yaitu aplikasi komputer yang dapat menggantikan peran seorang pakar. Sistem pakar mampu memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang
pakar dengan menggunakan basis pengetahuan, fakta dan teknik penalaran. Dalam penelitian ini menggunakan metode certainty factor sebagai mesin inferensi. Yang akan dimulai dengan informasi masukkan dan selanjutnya menggambarkan kesimpulan, selanjutnya mencari fakta yang sesuai dengan aturan IF-THEN. Berdasarkan pengujian sistem tingkat keakurasian dengan menggunakan metode certainty factor untuk mendeteksi penyakit THT yaitu 87,5 % dari total 40 data yang diujikan dengan aplikasi.

Identitas Prosiding :

Prosiding:Seminar Nasional Multimedia & Artificial Intelligence (SMAI),
Vol:Vol 2, 2019, Hal. 99-106, ISBN : 978-623-7845-00-3
View Resource:http://papersmai.mercubuana-yogya.ac.id/index.php/smai/article/view/42/
Download:PDF

Referensi :

  • D. P. S. Dewi, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Jantung dan Paru dengan Fuzzy Logic dan Certainty Factor,” MERPATI, pp. Hal. 361-370, 2014.
  • S. Winarti, “Pemanfaatan Teorema Bayes dalam Penentuan Penyakit THT,” Jurnal Informatika, vol. II, pp. 189-199, 2018.
  • K. E. Setyaputri, A. Fadlil dan S., “Analisis Metode Certainty Factor pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit THT,” Jurnal Teknik Elektro, pp. 30-35, 2018.
  • Samsir, “Klasifikasi Penyakit Tenggorokan Hidung Telinga (THT) Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Dengan Metode Learning Vektor Quantization (LVQ) Di RSUD Rantauprapat Labuhanbatu,” Riau Journal of Computer Science, vol. V, pp. 38-47, 2019.
  • G. Virginia dan D. Daniel, “Implementasi sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit dengan gejala demam menggunakan metode certainty factor,” Jurnal Informatika, pp. 25-36, 2010. [6] F. Turban, Decision Support System and Intelligent Systems (Sistem Pendukung Keputusan dan Sistem Cerdas), Yogyakarta: Andi Offset, 2015.
  • S. Kumar dan D. Prava, “An Expert System for Diagnosis of HumanDiseases,” International Journal of Computer Applications, vol. I, pp. 71-73, 2010.
  • E. G. Wahyuni dan W. Prijodiprodjo, “Prototype Sistem Pakar untuk Mendeteksi Tingkat Resiko Penyakit Jantung Koroner dengan Metode Dempster-Shafer,” IJCCS (Indonesian Journal of Computing and Cybernetics Systems), pp. Hal.133-144, 2013.
  • T. Rismawan dan S. Hartati, “Case-Based Reasoning untuk Diagnosa Penyakit THT (Telinga Hidung dan Tenggorokan),” IJCCS, vol. VI, pp. 67-78, 2012.
  • W. Prabowo, M. A. Widyananda dan B. Santoso, “Sistem Pakar Berbasis WEB untuk Diagnosa Awal Penyakit THT,” Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), pp. 37-42, 2008.

Leave a Reply

Your email address will not be published.