Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Menggunakan Certainty Factor

cover sendiu 2020

Berlian Rezki Wijayanti
Universitas Mercu Buana Yogyakarta

A. Sidiq Purnomo
Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Abstrak :

Gigi termasuk ke dalam organ-organ tubuh yang ada pada wajah. Gigi adalah jaringan tubuh yang paling
keras dibanding yang lainnya. Strukturnya berlapis-lapis mulai dari email yang sangat keras, dentin (tulang gigi) didalamnya, pulpa yang berisi pembuluh darah, pembuluh syaraf, dan bagian lainnya yang memperkokoh gigi.
Seiring berkembangnya jaman, penyakit semakin mudah menghampiri manusia, membuatnya kurang memperhatikan makanan yang mereka makan dan dampaknya terhadap kesehatan gigi, seperti contohnya junk food (makanan siap saji) yang di dalamnya mengandung kadar garam, gula dan lemak yang cukup tinggi namun rendah vitamin, mineral dan juga serat yang mampu menyebabkan gigi berlubang.
Faktor kepastian (certainty factor) diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN
pada tahun 1975 untuk mengakomadasi ketidakpastian pemikiran (inexact reasoning) seorang pakar. Teori ini berkembang bersamaan dengan pembuatan sistem pakar MYCIN. Team pengembang MYCIN mencatat bahwa dokter sering kali menganalisa informasi yang ada dengan ungkapan seperti misalnya: mungkin, kemungkinan besar, hampir pasti.
Berdasarkan 40 data yang telah diujikan terhadap pakar dan sistem, untuk pasien yang menderita penyakit gigi dan sesuai dengan validasi dokter adalah 32 pasien dan yang tidak sesuai adalah 3 pasien. Sehingga untuk tingkat akurasi sistem berdasarkan hasil validasi pakar (dokter) dan sistem adalah sebesar 91.43%

Identitas Prosiding:

Prosiding:Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu (SENDI)
Vol:2020, Hal. 43 – 47, ISBN : 978-979-3649-99-3
View Resource:https://www.unisbank.ac.id/ojs/index.php/sendi_u/article/view/7958
Download:PDF

Referensi :

  • Annisa, R. (2018, Mei 1). Sistem Pakar Metode Certainty Factor Untuk Mendiagnosa Tipe Skizofrenia. 40-46.
  • Arifin, J. (2016, Agustus). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan MulutManusia Menggunakan Knowledge Base System dan Certainty Factor. Jurnal Ilmiah Teknologi dan Informatika ASIA (JITIKA), Vol.10, No.2,(ISSN: 0852-730X), 50-64.
  • Azmi, Z., & Syahputra, K. (2018, Februari ). Implementasi Teorema Bayes Untuk Mendiagnosa Tingkat Stres. JISICOM (Journal of Information System, Informatics and Computing ), Vol.2 No.1 Februari 2018(ISSN : 2597-3673 (Online), ISSN : 2579-5201 (Printed)), 42-50.
  • Gozali, M. F., & Eviyanti, A. (2016, November 30). Sistem Pakar Diagnosis Dini Penyakit Leukemia Dengan Metode Certainty Factor. 135 – 146.
  • Muhrozi, A. (2018, September). Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Dengan Metode Theorema Bayes.
  • Mulyani, D. E., & Febriani SM, N. N. (2017, Agustus 10). Aplikasi Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Mobile. Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017, 119-124. Dipetik April 25, 2018
  • Nurzaman, & Destiani, D. (2015, Desember). Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Gigi dan Mulut Pada Manusia. Jurnal Algoritma, Vol. 09 No. 12 2012(ISSN : 2302-7339 ), 93-98.
  • Pengertian Kesehatan Menurut WHO. (2013, mei). Dipetik Desember 07, 2017, dari Eksistensi Kesehatan: http://eksistensikesehatan.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-kesehatan-secara-umum.html
  • Rubino, D., & Puspitarini, E. W. (2016, maret). Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Dan Mulut Dengan Metode Forward Chaining Berbasis Web. JIMP – Jurnal Informatika Merdeka Pasuruan, Vol.1, No.1 Maret 2016(ISSN. 2502-5716), 29-45.
  • Seruni, D., & Rahmawati, L. S. (t.thn.). Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit PADA GIGI. Jurnal Teknologi Informasi, Vol. 5 No. 1, 91-105.
  • Sihotang, H. T. (2014, Juni 16). E.1.2 Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Kolesterol Pada Remaja Dengan Metode Certainty Factor (Cf) Berbasis Web. Jurnal Mantik Penusa, 16-23.
  • Sri, M. E., & Febriani SM, N. (2017, Agustus 10). Aplikasi Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Mobile. Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017, 119-124

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *