A. Sidiq Purnomo

Universitas Mercu Buana Yogyakarta

You are here: » Dilema Gerakan “Go Opensource”

Dilema Gerakan “Go Opensource”

Jika melihat perkembangan teknologi yang sangat pesat, Banyak sekali dan cepat sekali baik teknologi hardware maupun software.Banyak aplikasi yang open source yang malah lebih cepat berkembang di bandingkan aplikasi-aplikasi yang berbayar.

Tapi apa yang terjadi, banyak sekali yang mengetahui dan ingin melakukan (bahkan sudah digalakkan gerakan “Go Open Source”),

Dan apa dibalik kendala susahnya melakukan penerapan Open Source ?

Memang banyak sekali kendala yang terjadi, berbagai faktor yang banyak terjadi seperti :

  1. Go Open Source selalu diidentikkan dan melekat dengan Operating System Linux, padahal sebenarnya banyak sekali aplikasi open source baik yang dapat berjalan di Microsoft Windows dan Mac Os.
  2. Faktor Kebiasaan, wah saya sudah terbiasa dengan aplikasi A (walau megetahui aplikasi yang digunakan berbayar).
  3. Selalu menganggap bahwasanya aplikasi yang berbayar lebih baik dari pada aplikasi yang open source, padahal sebenarnya banyak sekali aplikasi open source yang lebih baik dari aplikasi berbayar.
  4. Faktor Ketakutan, wah saya takut menggunakan aplikasi B karena susah.
  5. Dan sebagainya …
  6. Kemudian Apa alasan Anda ?

Berikut berbagai rincian dan jenis aplikasi :

  1. Komersial
    Perangkat lunak harus dibeli. Ada hak cipta.
  2. Domain-publik
    Perangkat lunak bersifat gratis dan tak ada hak cipta.
  3. Shareware
    Bebas digunakan untuk pengujian dan terkadang selamanya. Namun, diharapkan pemakai memberikan dana kepada pembuatnya jika pemakai bermaksud untuk menggunakannya secara terus-menerus. Seringkali ada hak cipta tetapi terkadang bebas untuk diberikan kepada siapa saja.
  4. Freeware
    Perangkat lunak yang dapat digunakan tanpa perlu membayar sama sekali.
  5. Rentalware
    Perangkat lunak yang dapat digunakan dengan cara menyewa. Ada hak cipta.
  6. Free software
    Perangkat lunak yang dilengkapi dengan kode sumber, dapat digunakan oleh siapa saja dan bebas untuk dikembangkan sendiri oleh pemakai (sepanjang lisensi memperkenankannya). Untuk mendapatkannnya bisa saja gratis ataupun membayar dengan harga yang relatif murah. Tidak ada hak cipta (Tokoh: Richard Stallman).
  7. Open source
    Serupa dengan free software. Hanya berbeda dalam filosofi (Tokoh : Erick Raymobd). Generasi dari Open Source otomatis Open Source dan tidak boleh dijadikan aplikasi komersial (dijual).

Untuk melihat aplikasi padanan yang sesuai dapat dilihat di :

Untuk mendapatkan aplikasi-aplikasi oepnsource, freeware dapat dilihat di :

Ayo kita dukung gerakan “Go Open Source” , karena walaupun menggunakan Operating System berbayar masih dapat menggunakan aplikasi yang Open Source.

Print Friendly, PDF & Email
Posted by 0 Responses
 

Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates..

And then confirm your email subcription

   

No Comment to “Dilema Gerakan “Go Opensource””

  1. No Comment yet. Be the first to comment...
Leave your comment here:

Secure * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.

Feb
8
2011